Sabtu, 18 Januari 2014

Dirikanlah Sholat



Nasihat Lukman Hakim dalam Al-Qur’an selain melarang menyekutukan Allah adalah untuk mendirikan sholat,,,


يَبُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَ أْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا اَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُوْرِ
“Hai putraku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman; 17)

Nasihat ini diberikan Lukman kepada putranya untu mendirikan sholat secara istiqomah. Manfaat sholat secara istiqomah adalah untuk ishlah (memperbaiki) diri, menyuruh kepada kebaikan dan melarang yang buruk bertujuan untuk menebarkan kedamaian dalam kehidupan social. Sedangkan yang dimaksud bersabar dalam ayat diatas adalah menerima sepenuhnya atas keputusan dan takdir Allah, dan pasrah atas segala kehendak Allah SWT. 

Kaya atau miskin, sakit ataupun sehat, kurus ataupun gemuk, itu semua adalah kehendak Allah. Manusia, sebagai makhluk yang tidak berdaya dan tak punya daya upaya sudah seharusnya berpasrah dan berserah diri kepada Allah. Kalaupun harus bekerja mengais rezeki, berobat dari sakit, belajar agar pandai, itu semua harus didasari untuk menjalankan perintah Allah, bukan untuk mengubah nasib ataupun takdir. 

Jika demikian, jika mampu mengatur rasa dan perasaan, niscaya hati akan selalu merasa damai dan tenteram.

Sudah mengerti kan sobat, jangan lupakan sholat, sesibuk apapun kita, harus tetap mengingat kepada Allah.:)


Dikutip dari “Luqman Hakim Golden Ways, Cara Hidup Smart ala Luqman Hakim”.

Jangan Mempersekutukan Allah



Nah, sekarang saya ingin bagi tentang nasihat beliau tentang larangan mempersekutukan Allah….

Check this out…..

Lukman merupakan sosok yang istimewa dihadapan Allah. Bebeapa nasihat beliau diabadikan dalam Al-Qur’an, walaupun hanya beberapa, namun sudah bisa mewakili bahwa Allah menganjurkan untuk mengikuti dan meneladani dari nasihat-nasihat Lukman Hakim.

Berikut ini beberapa nasihat Lukman Hakim yang tertulis dalam Al-Qur’an.
يَبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللهِ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
“Hai putraku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mampersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Lukman; 13)

Nasihat ini diberikan Lukman kepada putranya agar tidak menyekutan Allah. Konon, Lukman memiliki putra bernama Taran, atau Tsaran, atau An’um, atau Masykum, berdasarkan beberapa pendapat pakar sejarah. Beberapa pakar sejarah menyebutkan bahwa putra Lukman adalah seorang kafir, sehingga Lukman memberikan nasihat tersebut kepada putranya agar tidak menyekutukan Allah, hingga akhirnya ia mau untuk menyembah Allah, memeluk agama suci, dan tidak lagi mempersekutukannya.

Pendapat lain menyebutkan bahwa putra Lukman bukanlah seorang kafir, ia tidak mempersekutukan Allah. Nasihat Lukman kepada putranya bertujuan untuk membentengi putranya agar ia tidak terperosok ke dalam jurang kekufuran, yang merupakan dosa terbesar dan tak terampuni.

Mengapa dosa syirik begitu besar? Sebab, syirik berarti mempersamakan Allah Yang Maha Kuasa, dengan makhluk yang penuh kelemahan dan kekurangan.
 Bukankah hal tersebut merupakan sebuah penghinaan yang sangat buruk atas Allah san Maha Pencipta?

So, jangan sampai kita menyekutukan Allah yaa sobat,,,,

Dikutip dari “Luqman Hakim Golden Ways, Cara Hidup Smart ala Luqman Hakim”.

Sabtu, 11 Januari 2014

Apa sih al-Hikmah itu ?


Pasti penasaran, apa sih arti al-hikmah itu?? 
Kenapa Lukman diberi gelar tersebut??
Ini sedikit penjelasannya…

Al-Hikmah, secara bahasa berarti mengukuhkan ilmu, atau amal, atau ucapan, atau ketiganya sekaligus. Dalam ayat al-Qur’an kata al-Hikmah banyak sekali disebut. Berikut ini contoh kata al-Hikmah dalam ayat al-Qur’an.
Allah SWT berfirman: 
                                                                                                            لَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَنَ  الْحِكْمَة

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman” (Q.S. Luqman; 12)
          Kata al-hikmah dalam ayat di atas dapat diartikan; meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, atau selalu benar dalam berucap dan berbuat, atau kefahaman dan kecerdasan, atau mengetahui apa yang terjadi dan melakukan kebaikan. Kata al-hikmah juga bisa diartikan rangkaian kata-kata yang menjadi bahan renungan dan telah mengalir dari satu generasi ke ganerasi yang lain. Untaian kata yang bisa membuat seseorang tidak lagi melulu cinta harta duniawi bisa disebut al-hikmah. Atau kemampuan memahami hakikat sesuatu sesuai kemampuan yang optimal, atau untaian kata yang indah dan sempurna yang memuat dorongan melakukan sifat terpuji, ilmu, dan perilaku yang mulia, atau segala sesuatu yang meningkatkan kualitas diri seseorang, semuanya merupakan arti-arti dari kata al-hikmah.
          Ada pendapat lain menyatakan bahwa al-hikmahberarti ilmu dan amal. Oleh karenanya, seseorang tidak akan dapat menyandang gelar Hakim kecuali jika ia telah mengantongi keduanya, yakni ilmu dan amal.
          Ringkasnya, al-hikmah  adalah petunjuk jalan lurus menuju keselamatan dan kebenaran dalam berkeyakinan, bertingkah laku, berucap, dan melangkah, menurut sisi pandang Yang Maha Pencipta, maupun cara pandang manusia. Itulah arti kata al-hikmah secara umum.
          Al-hikmah merupakan buah dari pengetahuan yang luas dan keilmuan yang dalam, kecerdasan serta kesadarn diri yang penuh, penelitian yang menyeluruh dan percobaan yang teruji, pengamatan terhadap keterkaitan antara satu perkara dengan yang lain, dan analogi (qiyas) yang dominan antara suatu hal dengan yang lainnya.
          Al-hikmah juga bisa diperoleh melalui ilham, anugerah, maupun ilmu ladunni. Namun, ini hanya bisa diperoleh merekla yang memiliki qolbu yang suci, bersih, bersinar, dan mulia. Yaitu, hamba Allah yang telah dipilih oleh-Nya untuk mengemban amanah, menyampaikan risalah kepada hamba Allah, yakni para rasul utusan Allah. Atau hamba Allah yang mengikuti jejak-jejak para nabi, meneladani cahaya petunjuk mereka, dan telah merasakan ilmu hakikat serta sir (rahasia). Salah satu diantara mereka adalah Lukman Hakim yang mendapat pujian dari Allah, bahkan namanya diabadikan dalam kitab suci al-Qur’an. Semua itu adalah anugerah agung dari Allahyang diberikan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Bukan hanya itu, bahkan nama Lukman Hakim diabadikan dengan menjadikannya sebagai nama salah satu surat di dalam al-Qur’an.

Semoga sedikit penjelasan ini bermanfaat :)

Dikutip dari “Luqman Hakim Golden Ways, Cara Hidup Smart ala Luqman Hakim”.

Lukman Hakim, nabi atau bukan?


          Para pakar sejarah mengenain predikat Lukman Hakim berbeda-beda. Mainstream pakar sejarah mengatakan bahwa Lukman Hakim bukanlah seorang nabi. Berbeda  dengan pernyataan 'ikrimah dan asy-Syi'bi yang mengklaim bahwa Lukman adalah seorang nabi.
          Pernyataan golongan mainsteam didukung oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar. Beliau menuliskan, “Lukman dan Maryam (ibunda Nabi Isa) bukanlah seorang Nabi, sebagaimana pernyataan mainstream pakar sejarah. Dan kita tidak perlu menghiraukan pendapat lain yang tidak sesuai.”
          Imam an-Nawawi melanjutkan, “Lukman dan Maryam termasuk golongan ash-Shiddiqin (orang-orang yang sangat jujur dalam keimanan, I’tikad, dan sikapnya). Derajat mereka berdua melebihi orang-orang yang mendapat gelar rodliallohu ‘anhu/anha (yakni para sahabat nabi dan para wali kekasih Allah), namun juga tidak mencapai derajat orang-orang yang mendapat gelar shollallohu ‘alaihi wasallam (yakni para nabi dan rosul).” Namun menurut Imam an-Nawawi, pantas saja jika saat mendengar nama mereka kita mengucap do’a rodliallohu ‘anhu/anha.
          Pada sebuah kisah sejarah, konon Lukman mendapat tawaran dari Allah bantara menerima wahyu kenabian, atau menerima hikmah. Lukman memilih untuk menerima hikmah. Mengenai datangnya anugerah hikmah dari Allah yang diterima oleh Lukman, ada satu kisah sejarah menyebutkan, suatu ketika Lukman sedang tidur,ia mendengar seruan memanggil namanya;
          “Wahai Lukman! Apakah engkau mau manjadi manusia pilihan dan menjadi hakim di muka bumi ini?”
Lukman juga mendengar jawaban yang tidak ia ketahui darimana asalnya;
          “Jika Allah memberikan kewenangan padaku untuk memilih, maka aku akan memilih ‘afiyah (kesehatan dan keselamatan), dan aku tidak ingin mendapat bala dan siksa. Namun jika Allah telah berkehendak pada atas suatu perkara, maka aku pun hanya bisa menerima dan menjalankannya sepenuh jiwaku. Sebab aku yakin, jika Allah telah berkehendak seauatu atas diriku, pasti Allah akan memberikan pertolongan dan perlindungan padaku untuk menghadapi dan menjalaninya.”
          “kenapa demikian?” Seorang malaikat bertanya kepada Lukman.
          Lukman menjawab,”Sebab,menjadi seorang hakim adalah posisi yang sangat menyulitkan. Setiap hari ia didatangi banyak orang yang madzhlum (teraniaya). Jika ia manolongnya, maka ia akan selamat. Namun jika ia berbuat kesalahan sedikit saja, ia akan tersesat dari jalan surge. Lagi pula di dunia, hina bisa saja lebih baik dari pada mulia. Dan barang siapa yang memilih dunia seraya mengabaikan kehidupan akhirat, maka sungguh ia akan kehilangan keduanya.”
          Mendengar penuturan Lukman, malaikat merasa kagum lagi heran. Selepas kejadian itu, Lukman pun bangun dan kini ia telah menguasai mutiara-mutiara hikmah.

Nah, sekarang kita tahu bahwa Lukman bukanlah seorang nabi, melainkan seorang yang ahli hikmah. Semoga bermanfaat buat kita semua. Amiinnn :)

Senin, 06 Januari 2014

Sekilas Info Tentang Lukman Hakim



Lukman Hakim hidup ribuan tahun sebelum Nabi Muhammad Saw dilahirkan. tidak heran jika banyak perbedaan pendapat tentang beliau. Salah satunya mengenai nasabnya. Berikut ini beberapa pendapat mengenai nasab Lukman Hakim.
Menurut catatan sejarah Wahb: Lukman adalah putra dasri saudara perempuan Nabi Ayyub As. Menurut catatan sejarah Muqatil: Lukman adalah putra dari bibi Nabi Ayyub As.
Kebanyakan pakar sejarah mengatakan, Lukman adalah seorang hamba sahaya dari Habasyah (Etiopia). Sumber pendapat ini dari riwayat Ibn Abbas dan Imam Mujahid, yang dikutip oleh Ibnu Marduwaih dari Abi Hurairah. Ada pula pendapat yang mengatakan Lukman adalah seorang hamba sahaya dari negara Nauby (Nigeria).
Abu al-Musayyab berkisah, Lukman adalah seorang berkulit hitam dari bangsa Mesir, meski tubuhnya kecil, namun ototnya sangat perkasa. Lukman mendapat anugerah hikmah dari Allah, namun ia bukanlah seorang nabi.
Oleh karena itu, sering kali dikatakan nasihat kepada orng-orang berkulit hitam ;”Janganlah kau bersedih akan hitamnya kulitmu. Sesungguhnya, telah ada tiga orang dari bangsa kulit hitam yang menjadi kekasih Allah. Mereka adalah Bilal Ibn Rabbah, Mahja’ (budak yang dimerdekakan oleh Amr) dan Lukman Hakim. Lukman Hakim sangat beruntung mendapatkan anugerah berupa hikmah, kecerdasan, dan kefahaman.
Nah, sekarang kita mengetahui bahwa profil Lukman Hakim memang sangat bervariasi. Sudah dijelaskan, bahwa Lukman adalah seorang hamba sahaya, namun ada pula yang mengatakan bahwa Lukman bukanlah seorang hamba sahaya, melainkan seorang penjahit, atau tukang tebang kayu, atau seorang penggembala kambing. 

Semoga bermanfaat :)