Selasa, 25 Februari 2014

Yang Terbaik, Yang Berbahaya


Khalid ar-Ruba’I mengisahkan, Luqman Hakim adalah seorang budak berkebangsaan Habasyah (Etiopia).

Pada suatu kesempatan sang majikan menyuruh Luqman menyembekih seekor kambing, seraya berkata; “Tunjukkan padaku dua bagian terbaik dari kambing ini!” 

Luqman segera menuruti perintah sang majikan dan menyerahkan dua potong daging berupa lidah dan hati. 


Pada kesempatan yang lain, sang majikan kembali menyuruh Luqman menyembelih kambing, seraya berkata; “Tunjukkan padaku dua bagian terburuk dari kambing ini!

Setelah menyembelihnya, Luqman segera menyerahkan dua potong daging yang merupakan bagian terburuk.

Sang majikan merasa heran karena dua bagian yang ditunjukkan Luqman kali ini tidak berbeda dengan yang sebelumnya, yaitu lidah dan hati. Ribuan tanda tanya pun segera menelusup ke dinding otak sang majikan, ia pun bertanya mengenai hal itu.

Untuk mengurai tanda tanya sang majikan, Luqman pun mencoba menjelaskan: “Tidak ada sesuatu yang lebih baik dari hati dan lidah jika keduanya baik. Begitu pula, tidak ada yang lebih buruk dari hati dan lidah jika keduanya buruk.

Jadi, bisa disimpulkan, semua itu tergantung manusianya. Jika digunakan untuk baik, maka akan berakhir dengan kebaikan. Dan begitu pun sebaliknya. 

Semoga bermanfaat :)

Kamis, 20 Februari 2014

Sekilas Info Tentang Luqman Hakim


Lukman Hakim hidup ribuan tahun sebelum Nabi Muhammad Saw dilahirkan. tidak heran jika banyak perbedaan pendapat tentang beliau. Salah satunya mengenai nasabnya. Berikut ini beberapa pendapat mengenai nasab Lukman Hakim.

Menurut catatan sejarah Wahb: Lukman adalah putra dasri saudara perempuan Nabi Ayyub As. Menurut catatan sejarah Muqatil: Lukman adalah putra dari bibi Nabi Ayyub As.

Kebanyakan pakar sejarah mengatakan, Lukman adalah seorang hamba sahaya dari Habasyah (Etiopia). Sumber pendapat ini dari riwayat Ibn Abbas dan Imam Mujahid, yang dikutip oleh Ibnu Marduwaih dari Abi Hurairah. Ada pula pendapat yang mengatakan Lukman adalah seorang hamba sahaya dari negara Nauby (Nigeria).

Abu al-Musayyab berkisah, Lukman adalah seorang berkulit hitam dari bangsa Mesir, meski tubuhnya kecil, namun ototnya sangat perkasa. Lukman mendapat anugerah hikmah dari Allah, namun ia bukanlah seorang nabi.

Oleh karena itu, sering kali dikatakan nasihat kepada orng-orang berkulit hitam ;”Janganlah kau bersedih akan hitamnya kulitmu. Sesungguhnya, telah ada tiga orang dari bangsa kulit hitam yang menjadi kekasih Allah. Mereka adalah Bilal Ibn Rabbah, Mahja’ (budak yang dimerdekakan oleh Amr) dan Lukman Hakim. Lukman Hakim sangat beruntung mendapatkan anugerah berupa hikmah, kecerdasan, dan kefahaman.

Nah, sekarang kita mengetahui bahwa profil Lukman Hakim memang sangat bervariasi. Sudah dijelaskan, bahwa Lukman adalah seorang hamba sahaya, namun ada pula yang mengatakan bahwa Lukman bukanlah seorang hamba sahaya, melainkan seorang penjahit, atau tukang tebang kayu, atau seorang penggembala kambing.

Semoga bermanfaat

Jangan Sombong dan Bersikaplah Lembut


Lukman memberikan nasihat seperti berikut;

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman; 18)

Bersikap angkuh dan sombong bukanlah termasuk akhlak mulia, oleh karena itu, Lukman menasihati putranya agar tidak bersikap sombong kepada sesama. Bahkan, merasa lebih baik dari hewan sekalipun merupakan kesombongan yang dilarang agama. Jadi, sebagai mekhluk yang dikaruniai akal pikiran oleh Allah, kita harus bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah kepada kita, jangan malah merasa lebih baik dari makhluk lain.

Nasihat seklanjutnya yang diberikan oleh Lukman yang tertulis dalam Al-Qur’an adalah agar bersikap lembut. Ini dalilnya:
وَاقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْآَصْوَتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.” (QS. Luqman; 19)

Maksud dari sederhana dalam berjalan adalah tidak terlalu cepat atau terlalu pelan. Agar terlihat bagus dan anggun. Sedangkan suara keledai disebut sebagai suara yang sangat buruk karena menyerupai suara penghuni neraka.

Imam Sufyan ats-Tsauri menyebutkan “Sesungguhnya suara segala sesuatu mengandung tasbihguna mensucikan Allah, selain suara keledai.


Semoga bermanfaat  :)

Dikutip dari “Luqman Hakim Golden Ways, Cara Hidup Smart ala Luqman Hakim”.


Teguhkan Pendirian


Suatu hari, Luqman memberi contoh kepada putranya bahwa membuat orang lain lega itu sangat sulit. Begini ceritanya,,,,,,

Luqman menasehati putranya, “Wahai putraku! lakukanlah hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi agama dan duniamu. Terus lakukan hingga kau mencapai puncak kebaikan. Jangan pedulikan omongan dasn cacian orang. Sebab, takkan pernah ada jalan untuk membuat mereka semua lega dan terima. Takkan pula ada cara untuk menyatukan hati mereka.

Wahai putraku, datangkan seekor keledai kepadaku, dan mari kita buktikan.
Luqman bermaksud membuktikan kepada putranya, betapa sulitnya membuat semua orang lega dengan cara mengajak putranya jalan-jalan di tengah masyarakat. Apapun yang diperbuat, akan selalu ada yang menyalahkan, selalu ada saja yang tidak setuju.

Perjalanan mereka segera dimulai.
Luqman menaiki keledai, dan menyuruh anaknya berjalan menuntun keledai. Sekelompok orang yang menangkap pemandangan –yang menurut mereka- aneh tersebut, segera berkomentar mencaci:

Anak kecil itu menuntun keledai, sedang orang tuanya duduk nyaman di atas keledai. Alangkah congkak dan sombongnya orang tua itu.

Luqman pun berkata: “Putraku, coba dengar, apa yang mereka katakan.

Luqman lalu bergantian dengan putranya, kini giliran Luqman yang menuntun keledai, dan putranya naik di atasnya. Mereka melanjutkan perjalanan hingga beremu sekelompok orang. Tak pelak, orang-orang pun segera angkat bicara setelah menangkap pemandangan yang tak nyaman di mata mereka.

Lihatlah, anak kecil itu menaiki keledai, sementara orang tua itu malah berjalan kaki menuntunnya. Sungguh, alangkah buruknya akhlak anak itu.
Putraku, dengarlah apa yang mereka katakan.

Mereka berdua melanjutkan perjalanan. Kali ini, keduanya menaiki kelaedai mungil itu. Mereka berdua terus berjalan hingga melewati sekelompok orang yang duduk-duduk di pinggir jalan. Lagi-lagi, meraka unjuk gigi saat melihat Luqman dan putranya.

Dua orang itu naik keledai berboncengan, padahal meeka tidak sedang sakit, mereka mampu berjalan kaki. Ahh, betapa mereka tak tahu kasihan pada hewan.” Sindir seseorang yang melihat Luqman.

Lihatlah apa yang mereka katakan wahai putraku!” Luqman kembali menasihati putranya.
Tanpa menghiraukan caci maki orang-orang itu, Luqman dan putranya kembali melanjutkan perjalanan. Terakhir kali, mereka berjalan kaki bersama, sambil menuntun keledai. 

Subhanallah! Lihat, dua orang itu menuntun keledai bersama, padahal keledai itu sehat dan kuat. Kenapa mereka tidak menaikinya saja? Ahh, betapa bodohnya mereka.

Dengarlah apa yang mereka katakana! Bukankah telah aku katakana padamu, lakukan apa yang bermanfaat bagimu, dan jangan kau hiraukan orang lain. Aku harap kau bisa mengambil pelajaran dari perjalanan ini.” Kata Luqman mengakhiri perjalanan bersama putranya,.

Nah, sudah tahu kan.. kalau kita harus punya pendirian yang kuat dan jangan hiraukan orang lain yang mengganggu.

Semoga bermanfaat.. :)


Dikutip dari “Luqman Hakim Golden Ways, Cara Hidup Smart ala Luqman Hakim”.

Selasa, 18 Februari 2014

5 Bahaya Mengancam Agama



Ini ada nasihat Lukman Hakim tentang 5 hal yang bisa mengancam agama..


جَهْدُ الْبَلَاءِ فِي الدِّيْنِ خَمْسُ خِصَالٍ : سُلْطَانٌ أَضَرَّ بِرَعِيَّتِهِ وَرَجُلٌ أَضَرَّتْ بِهِ امْرَأَتُهُ وَكَثْرَةُ الْعِيَالِ مَعَ قِلَّةِ الْمَالِ وَ صَدِيْقٌ يَلْقَاكَ مَرْحَبًا وَهُوَ يَمْشِيْ فِيْ هَلَاكِكَ وَجَارُ سُوْءٍ يَدْفَنُ حَسَنَاتِكَ وَ يُفْشِيْ سَيِّأَتِكَ

“Wahai putraku! Bahaya besar yang mengancam agama ada lima macam: Pemerintah yang berbuat lalim kepada rakyat. Lelaki yang diperbudak istrinya. Banyaknya sanak saudara, beserta sedikitnya harta. Sahabat yang bermuka ramah saat bertemu, namun berusaha mencelakai. Tetangga yang buruk, yang menyembunyikan kebaikan dan menyebar luaskan keburukan.”

Nisa diketahui bahwa ada 5 hal yang bisa mengancam agama, yakni yang pertama adalah pemerintah yang lalim kepada rakyat. Kedua, yakni seorang suami yang diperbudak istrinya, kalau zaman sekarang menyebutnya “suami-suami takut istri”, jangan sampai kita menjadi seorang istri yang berani menentang apalagi memperbudak suami. Bahaya yang ketiga adalah banyaknya saudara, tetapi tidak memiliki harta untuk menghidupi. Bahaya yang keempat adalah sahabat yang bermuka dua. Maksudnya, di depan kita dia bersikap baik, dan di belakang kita dia memusuhi kita, jangan jadi orang seperti itu yaa !! bahaya yang kelima yakni tetangga yang sukanya nggosip, tetangga yang sukanya hanya membicarakan keburukan orang. Na’udzubillah…

Semoga kita terhindar dari itu semua. Amiiiinn : )

Secuil wasiat Luqman al-Hakim


Sobat, nih saya tambahi tentang 10 nasihat Luqman al-Hakim yang tidak tertuang dalam al-Qur’an…

1. Wahai putraku! Juallah duniamu untuk membeli akhirat, niscaya kau kan dapatkan dua    keuntungan sekaligus.

2. Wahai putraku! Jadikanlah takwa kepada Allah sebagai perdagangan, maka keuntungan akan dating kepadamu meski tak berwujud benda.

3. Wahai putraku! Janganlah kau menyaksikan pesta pernikahan. Karena bisa membuatmu cinta kehidupan dunia dan lupa akan akhirat. Sebaliknya, saksikanlah upacara pemakaman jenazah. Sungguh hal itu bisa membuatmu benci akan dunia dan cinta kehidupan akhirat.

4. Wahai putraku! Jika rumahmu (hati) telah terjaga dan gedungmu (lisan;lidah) telah aman, maka sesungguhnyakau telah menjadi pemimpin dunia dan akhirat.

5. Wahai putraku! Jangan kau tenggelam dalam urusan dunia, sehingga membahayakan nasib akhiratmu. Namun, jangan pula kau tinggalkan dunia, sehingga kau repotkan orang lain.

6. Wahai  putraku! Jadikan dunia sebagai bekal. Gunakan kelebihan hartamu untuk membeli akhirat. Namun, jangan kau abaikan penghidupan dunia hingga kau hidup melarat. Karena, kau hanya akan menjadi beban berat orang lain. Puasalah sekadar untuk memecah syahwat, mengekang keinginan. Jangan puasa jika dapat mengurangi semangat shalat (ibadah) mu, karena shalat lebih utama dari puasa.

7. Sesungguhnya, banyak menyendiri dapat memunculkan ilham bagi fikiran. Dan sesungguhnya, banyak berfikir adalah tanda mengetuk pintu surga.

8. Wahai putraku! Sungguh dunia ini adalah lautan yang dalam. Sekian banyak sudah orang yang tenggelam di dalamnya. Oleh karenanya, jadikan iman sebagai bahtera, takwa sebagai penumpangnya, dan tawakkal sebagai layarnya, agar kau bisa selamat. Namun ketahuilah, aku tidak yakin kau bisa selamat.

9. Wahai putraku! Jangan kau tunda taubatmu, karena kematian dating secara tiba-tiba.

10. Wahai putraku! Sebagaimana kau tidur, begitulah engkau mati. Dan sebagaimana kau bangun, begitulah kau dibangkitkan kembali. Karena itu, lakukan kebaikan, niscaya kau akan tidur (mati), lalu bangkit laksana seorang pengantin. Janganlah kau berbuat keburukan, niscaya kau akan tidur (mati), lalu bangkit berselimut rasa takut, seperti pelanggar hokum yang menjadi buron untuk menjalani hukuman mati.

Semoga membawa manfaat untuk kita semua :