Sabtu, 11 Januari 2014

Lukman Hakim, nabi atau bukan?


          Para pakar sejarah mengenain predikat Lukman Hakim berbeda-beda. Mainstream pakar sejarah mengatakan bahwa Lukman Hakim bukanlah seorang nabi. Berbeda  dengan pernyataan 'ikrimah dan asy-Syi'bi yang mengklaim bahwa Lukman adalah seorang nabi.
          Pernyataan golongan mainsteam didukung oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar. Beliau menuliskan, “Lukman dan Maryam (ibunda Nabi Isa) bukanlah seorang Nabi, sebagaimana pernyataan mainstream pakar sejarah. Dan kita tidak perlu menghiraukan pendapat lain yang tidak sesuai.”
          Imam an-Nawawi melanjutkan, “Lukman dan Maryam termasuk golongan ash-Shiddiqin (orang-orang yang sangat jujur dalam keimanan, I’tikad, dan sikapnya). Derajat mereka berdua melebihi orang-orang yang mendapat gelar rodliallohu ‘anhu/anha (yakni para sahabat nabi dan para wali kekasih Allah), namun juga tidak mencapai derajat orang-orang yang mendapat gelar shollallohu ‘alaihi wasallam (yakni para nabi dan rosul).” Namun menurut Imam an-Nawawi, pantas saja jika saat mendengar nama mereka kita mengucap do’a rodliallohu ‘anhu/anha.
          Pada sebuah kisah sejarah, konon Lukman mendapat tawaran dari Allah bantara menerima wahyu kenabian, atau menerima hikmah. Lukman memilih untuk menerima hikmah. Mengenai datangnya anugerah hikmah dari Allah yang diterima oleh Lukman, ada satu kisah sejarah menyebutkan, suatu ketika Lukman sedang tidur,ia mendengar seruan memanggil namanya;
          “Wahai Lukman! Apakah engkau mau manjadi manusia pilihan dan menjadi hakim di muka bumi ini?”
Lukman juga mendengar jawaban yang tidak ia ketahui darimana asalnya;
          “Jika Allah memberikan kewenangan padaku untuk memilih, maka aku akan memilih ‘afiyah (kesehatan dan keselamatan), dan aku tidak ingin mendapat bala dan siksa. Namun jika Allah telah berkehendak pada atas suatu perkara, maka aku pun hanya bisa menerima dan menjalankannya sepenuh jiwaku. Sebab aku yakin, jika Allah telah berkehendak seauatu atas diriku, pasti Allah akan memberikan pertolongan dan perlindungan padaku untuk menghadapi dan menjalaninya.”
          “kenapa demikian?” Seorang malaikat bertanya kepada Lukman.
          Lukman menjawab,”Sebab,menjadi seorang hakim adalah posisi yang sangat menyulitkan. Setiap hari ia didatangi banyak orang yang madzhlum (teraniaya). Jika ia manolongnya, maka ia akan selamat. Namun jika ia berbuat kesalahan sedikit saja, ia akan tersesat dari jalan surge. Lagi pula di dunia, hina bisa saja lebih baik dari pada mulia. Dan barang siapa yang memilih dunia seraya mengabaikan kehidupan akhirat, maka sungguh ia akan kehilangan keduanya.”
          Mendengar penuturan Lukman, malaikat merasa kagum lagi heran. Selepas kejadian itu, Lukman pun bangun dan kini ia telah menguasai mutiara-mutiara hikmah.

Nah, sekarang kita tahu bahwa Lukman bukanlah seorang nabi, melainkan seorang yang ahli hikmah. Semoga bermanfaat buat kita semua. Amiinnn :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar