Selasa, 18 Februari 2014

Secuil wasiat Luqman al-Hakim


Sobat, nih saya tambahi tentang 10 nasihat Luqman al-Hakim yang tidak tertuang dalam al-Qur’an…

1. Wahai putraku! Juallah duniamu untuk membeli akhirat, niscaya kau kan dapatkan dua    keuntungan sekaligus.

2. Wahai putraku! Jadikanlah takwa kepada Allah sebagai perdagangan, maka keuntungan akan dating kepadamu meski tak berwujud benda.

3. Wahai putraku! Janganlah kau menyaksikan pesta pernikahan. Karena bisa membuatmu cinta kehidupan dunia dan lupa akan akhirat. Sebaliknya, saksikanlah upacara pemakaman jenazah. Sungguh hal itu bisa membuatmu benci akan dunia dan cinta kehidupan akhirat.

4. Wahai putraku! Jika rumahmu (hati) telah terjaga dan gedungmu (lisan;lidah) telah aman, maka sesungguhnyakau telah menjadi pemimpin dunia dan akhirat.

5. Wahai putraku! Jangan kau tenggelam dalam urusan dunia, sehingga membahayakan nasib akhiratmu. Namun, jangan pula kau tinggalkan dunia, sehingga kau repotkan orang lain.

6. Wahai  putraku! Jadikan dunia sebagai bekal. Gunakan kelebihan hartamu untuk membeli akhirat. Namun, jangan kau abaikan penghidupan dunia hingga kau hidup melarat. Karena, kau hanya akan menjadi beban berat orang lain. Puasalah sekadar untuk memecah syahwat, mengekang keinginan. Jangan puasa jika dapat mengurangi semangat shalat (ibadah) mu, karena shalat lebih utama dari puasa.

7. Sesungguhnya, banyak menyendiri dapat memunculkan ilham bagi fikiran. Dan sesungguhnya, banyak berfikir adalah tanda mengetuk pintu surga.

8. Wahai putraku! Sungguh dunia ini adalah lautan yang dalam. Sekian banyak sudah orang yang tenggelam di dalamnya. Oleh karenanya, jadikan iman sebagai bahtera, takwa sebagai penumpangnya, dan tawakkal sebagai layarnya, agar kau bisa selamat. Namun ketahuilah, aku tidak yakin kau bisa selamat.

9. Wahai putraku! Jangan kau tunda taubatmu, karena kematian dating secara tiba-tiba.

10. Wahai putraku! Sebagaimana kau tidur, begitulah engkau mati. Dan sebagaimana kau bangun, begitulah kau dibangkitkan kembali. Karena itu, lakukan kebaikan, niscaya kau akan tidur (mati), lalu bangkit laksana seorang pengantin. Janganlah kau berbuat keburukan, niscaya kau akan tidur (mati), lalu bangkit berselimut rasa takut, seperti pelanggar hokum yang menjadi buron untuk menjalani hukuman mati.

Semoga membawa manfaat untuk kita semua :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar