Kamis, 20 Februari 2014

Teguhkan Pendirian


Suatu hari, Luqman memberi contoh kepada putranya bahwa membuat orang lain lega itu sangat sulit. Begini ceritanya,,,,,,

Luqman menasehati putranya, “Wahai putraku! lakukanlah hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi agama dan duniamu. Terus lakukan hingga kau mencapai puncak kebaikan. Jangan pedulikan omongan dasn cacian orang. Sebab, takkan pernah ada jalan untuk membuat mereka semua lega dan terima. Takkan pula ada cara untuk menyatukan hati mereka.

Wahai putraku, datangkan seekor keledai kepadaku, dan mari kita buktikan.
Luqman bermaksud membuktikan kepada putranya, betapa sulitnya membuat semua orang lega dengan cara mengajak putranya jalan-jalan di tengah masyarakat. Apapun yang diperbuat, akan selalu ada yang menyalahkan, selalu ada saja yang tidak setuju.

Perjalanan mereka segera dimulai.
Luqman menaiki keledai, dan menyuruh anaknya berjalan menuntun keledai. Sekelompok orang yang menangkap pemandangan –yang menurut mereka- aneh tersebut, segera berkomentar mencaci:

Anak kecil itu menuntun keledai, sedang orang tuanya duduk nyaman di atas keledai. Alangkah congkak dan sombongnya orang tua itu.

Luqman pun berkata: “Putraku, coba dengar, apa yang mereka katakan.

Luqman lalu bergantian dengan putranya, kini giliran Luqman yang menuntun keledai, dan putranya naik di atasnya. Mereka melanjutkan perjalanan hingga beremu sekelompok orang. Tak pelak, orang-orang pun segera angkat bicara setelah menangkap pemandangan yang tak nyaman di mata mereka.

Lihatlah, anak kecil itu menaiki keledai, sementara orang tua itu malah berjalan kaki menuntunnya. Sungguh, alangkah buruknya akhlak anak itu.
Putraku, dengarlah apa yang mereka katakan.

Mereka berdua melanjutkan perjalanan. Kali ini, keduanya menaiki kelaedai mungil itu. Mereka berdua terus berjalan hingga melewati sekelompok orang yang duduk-duduk di pinggir jalan. Lagi-lagi, meraka unjuk gigi saat melihat Luqman dan putranya.

Dua orang itu naik keledai berboncengan, padahal meeka tidak sedang sakit, mereka mampu berjalan kaki. Ahh, betapa mereka tak tahu kasihan pada hewan.” Sindir seseorang yang melihat Luqman.

Lihatlah apa yang mereka katakan wahai putraku!” Luqman kembali menasihati putranya.
Tanpa menghiraukan caci maki orang-orang itu, Luqman dan putranya kembali melanjutkan perjalanan. Terakhir kali, mereka berjalan kaki bersama, sambil menuntun keledai. 

Subhanallah! Lihat, dua orang itu menuntun keledai bersama, padahal keledai itu sehat dan kuat. Kenapa mereka tidak menaikinya saja? Ahh, betapa bodohnya mereka.

Dengarlah apa yang mereka katakana! Bukankah telah aku katakana padamu, lakukan apa yang bermanfaat bagimu, dan jangan kau hiraukan orang lain. Aku harap kau bisa mengambil pelajaran dari perjalanan ini.” Kata Luqman mengakhiri perjalanan bersama putranya,.

Nah, sudah tahu kan.. kalau kita harus punya pendirian yang kuat dan jangan hiraukan orang lain yang mengganggu.

Semoga bermanfaat.. :)


Dikutip dari “Luqman Hakim Golden Ways, Cara Hidup Smart ala Luqman Hakim”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar