Khalid ar-Ruba’I mengisahkan, Luqman Hakim adalah seorang
budak berkebangsaan Habasyah (Etiopia).
Pada suatu kesempatan sang majikan menyuruh Luqman menyembekih
seekor kambing, seraya berkata; “Tunjukkan padaku dua bagian terbaik dari
kambing ini!”
Luqman segera menuruti perintah sang majikan dan menyerahkan
dua potong daging berupa lidah dan hati.
Pada kesempatan yang lain, sang majikan kembali menyuruh
Luqman menyembelih kambing, seraya berkata; “Tunjukkan padaku dua bagian
terburuk dari kambing ini!”
Setelah menyembelihnya, Luqman segera menyerahkan dua potong
daging yang merupakan bagian terburuk.
Sang majikan merasa heran karena dua bagian yang ditunjukkan
Luqman kali ini tidak berbeda dengan yang sebelumnya, yaitu lidah dan hati. Ribuan
tanda tanya pun segera menelusup ke dinding otak sang majikan, ia pun bertanya
mengenai hal itu.
Untuk mengurai tanda tanya sang majikan, Luqman pun mencoba
menjelaskan: “Tidak ada sesuatu yang lebih baik dari hati dan lidah jika
keduanya baik. Begitu pula, tidak ada yang lebih buruk dari hati dan lidah jika
keduanya buruk.”
Jadi, bisa disimpulkan, semua itu tergantung manusianya. Jika digunakan
untuk baik, maka akan berakhir dengan kebaikan. Dan begitu pun sebaliknya.
Semoga bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar